Abstract :
Remaja adalah mereka yang berusia 14-24 tahun (Sanderowiyz dan Paxman,
1985, dalam Sarwono, 2003) dan menurut WHO menetapkan batas usia 10-20 tahun
sebagai batasan usia remaja. Informasi mengenai masalah seksual dan kesehatan
reproduksi bagi remaja yang tidak memadai menjadi faktor yang mempengaruhi
perilaku seksual remaja. Akibatnya terjadi peningkatan prevalensi remaja yang aktif
menjalankan kegiatan seksual di luar nikah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara
pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja tentang seksual pada siswa
di SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan
menggunakan rancangan cross sectional, terdiri dari 176 responden yaitu laki-laki
dan perempuan berusia 16-18 tahun, cara pengambilan sampel menggunakan simple
random sampling yaitu dengan undian. Metode analisa data menggunakan uji
statistik korelasi Sperman Rank.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan
antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja tentang seksual di
SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta tahun 2010. Hal ini diketahui dari hasil
dengan menetapkan derajat kebebasan ? = 0,05 maka didapatkan r hitung = 0,173
dan nilai taraf signifikan 0,022 (p < 5%). Bagi siswa meningkatkan pemahaman
kesehatan reproduksi agar tidak salah langkah dalam mengambil sikap dan keputusan
menghadapi berbagai pengaruh media informasi.