Abstract :
Latar Belakang : Kesiapsiagaan pengurangan resiko bencana sangat diperlukan
dalam menghadapi bencana gempa bumi, dikarenakan kurangnya pengetahuan dapat
menimbulkan korban dan kerugian besar. Telah diketahui bahwa sekitar 5.716 orang
meninggal karena gempa bumi di Yogyakarta. Diketahui hasil studi pendahuluan
55% siswa kelas 4 dan kelas 5 SD Muhammadiyah Trisigan memiliki pengetahuan
rendah tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesiapsiagaan
menghadapi bencana gempa bumi terhadap pengetahuan siswa di SD
Muhammadiyah Trisigan Murtigading Sanden Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain ?One Group Pretest
Posttest?. Waktu penelitian dilaksanakan mulai tanggal 9 Januari 2015 sampai 20
Juni 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Total sampling sebanyak 41
responden. Teknik analisis menggunakan uji Paired sample t-test.
Hasil : Sebelum dilakukan penyuluhan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana
gempa bumi yakni 23 responden atau 56,1% dan setelah dilakukan penyuluhan
menjadi 40 responden atau 97,6% dalam kategori baik dengan skor 15-21 dan 18
responden atau 43,9% dan setelah dilakukan penyuluhan 1 responden atau 2,4%
dalam kategori cukup dengan skor 8-14. Analisa paired sample t-test menunjukkan
nilai p value sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05.
Kesimpulan : Adanya pengaruh penyuluhan kesiapsiagaan menghadapi bencana
gempa bumi terhadap pengetahuan siswa.
Saran : Bagi siswa dan guru diharapkan dapat terus menggali pengetahuan tentang
kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan mengadakan simulasi bencana
gempa bumi pada siswa pendidikan dasar agar pemahaman siswa dapat lebih baik.