Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Sumadi, Sumadi
Prihatiningsih, Dwi
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-04 01:37:16
Abstract :
Latar belakang penelitian : Kecemasan pre operasi sirkumsisi akan
menyebabkan perangsangan sistem saraf otonom yang akan mengakibatkan
peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat respirasi. Tingginya
denyut jantung dan tekanan darah dapat memperberat sistem kardiovaskuler dan
meningkatkan kebutuhan akan oksigen dan kerja jantung. Jika kecemasan
meningkat maka akan menyebabkan zat penghambat rasa nyeri tidak dapat
disekresikan. Budaya sirkumsisi di Indonesia banyak dilakukan pada usia anakanak,
jika kecemasan pre operasi sirkumsisi tidak tertangani dengan baik maka
operasi sirkumsisi tidak akan berjalan kooperatif.
Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui
hubungan fase usia anak dengan tingkat kecemaan anak pre operasi sirkumsisi di
pondok khitan Al-karomah Wonosobo Jawa Tengah tahun 2010
Metode penelitian : Metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.
Pengumpulan data dengan teknik Sampling Jenuh. Responden dari penelitian ini
berjumlah 25 anak. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Juni sampai
dengan 17 Juli 2010.
Hasil penelitian : Analisa data menggunakan uji non parametric korelasi
Spearman Rank. Nilai signifikansi (p) 0,574. Jika p > 0,05 maka Ha di tolak dan
Ho diterima. Tidak ada hubungan antara tingkat usia anak dengan tingkat
kecemasan anak pre operasi sirkumsisi di pondok khitan Al-karomah Wonsobo
pada tahun 2010.
Saran : Ruang operasi sirkumsisi harus dapat di bentuk senyaman mungkin
agar tidak menakutkan bagi anak yang akan menjalani operasi sirkumsisi,
sehingga kecemasan anak saat akan menjalani sirkumsisi dapat diminimalkan.