Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Wahyuni, Tur
Suryani, Suryani
Subject
BF Psychology
Datestamp
2018-01-02 06:50:38
Abstract :
Latar Belakang Kelompok lansia dipandang sebagai kelompok masyarakat yang
berisiko mengalami gangguan kesehatan. Masalah keperawatan yang menonjol pada
kelompok tersebut adalah depresi. Lansia yang mengalami depresi akan mengakibatkan
kesulitan dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-harinya. Situasi tersebut
memerlukan perhatian dan penatalaksanaan khusus, agar kondisi depresi lansia dapat
teratasi dan kualitas hidup akan lebih baik. Terapi aktivitas kelompok (TAK) merupakan
suatu bentuk terapi kelompok untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok lansia yang
mengalami depresi.
Tujuan Penelitian mengetahui apakah ada pengaruh terapi aktivitas kelompok
terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma
Ponggalan Umbulharjo Yogyakarta.
Metode Penelitian penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu
(quasi experiment) dengan rancangan pre test-post test one group design tanpa kelompok
pembanding atau kontrol, yang menggunakan alat ukur kuesioner GDS. Teknik sampel
yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei
2010. Subyek dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami gangguan depresi dan
tinggal di Panti Wredha Budhi Dharma Ponggalan Umbulharjo Yogyakarta. Analisis data
menggunakan rumus t-test.
Hasil kuesioner depresi lansia sebelum (pre-test) terapi aktivitas kelompok
sebesar 17,8571 sedangkan hasil kuesioner depresi lansia setelah (post-test) terapi
aktivitas kelompok sebesar 9,4286. Uji statistik dengan Paired t-test ditunjukkan dengan
nilai t sebesar 3,290 dan taraf signifikansi (p) 0,017 lebih kecil dari 0,05 (0,017 < 0,05)
maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap
penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Ponggalan
Umbulharjo Yogyakarta tahun 2010.
Saran bagi Panti Wredha Budhi Dharma Ponggalan Umbulharjo Yogyakarta agar
dapat memberikan pelayanan terhadap lansia berupa terapi, baik terapi aktivitas
kelompok maupun terapi-terapi lain serta kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat dan
teratur sehingga dapat mengurangi depresi pada lansia.