Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Purwaningsih, Yuli
Isnaeni, Yuli
Subject
BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Datestamp
2017-12-30 02:04:22
Abstract :
Latar belakang : . Gangguan tidur menyerang 50% orang yang berusia 65 tahun
atau lebih yang tinggal dirumah dan 66% orang yang tinggal di fasilitas perawatan
jangka panjang, seperti panti werdha. Gangguan tidur pada lansia jika tidak segera
ditangani akan berdampak serius dan akan menjadi gangguan tidur yang kronis.
Secara fisiologis, jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup untuk
mempertahankan kesehatan tubuh dapat terjadi efek-efek seperti pelupa, konfusi dan
disorientasi.
Tujuan penelitian : diketahuinya pengaruh terapi wudhu sebelum tidur terhadap
kejadian insomnia jangka pendek pada usia lanjut di PSTW Budhi Dharma
Yogyakarta tahun 2010.
Metode penelitian : Desain penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen
semu (Quasi eksperiment) dengan Non-Equivalent Control Group. Pengambilan
sampel dengan teknik non probability dengan metode purpossive sampling diperoleh
sampel sebanyak 20 responden terdiri dari 10 orang kelompok eksperimen dan 10
orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KSPBJ rating
scale. Analisa data dilakukan dengan rumus paired t-test.
Hasil penelitian : Insomnia jangka pendek dialami oleh kelompok kontrol dan
kelompok eksperimen sebelum dilakukan terapi wudhu sebelum tidur. Setelah
dilakukan terapi wudhu sebelum tidur dan dilakukan postest kelompok eksperimen
tidak mengalami insomnia jangka pendek sedangkan pada kelompok kontrol tetap
mengalami kejadian insomnia jangka pendek. Hasil uji statistik t-test memberikan
nilai t sebesar 18,842 pada df 9 dengan taraf signifikansi 0,000
Kesimpulan : Ada pengaruh positif terapi wudhu sebelum tidur terhadap kejadian
insomnia jangka pendek pada usia lanjut. Saran bagi responden agar dapat
melanjutkan terapi wudhu sebelum tidur untuk mengatasi insomnia secara mandiri
sehingga dapat mengatasi gangguan tidur yang dialami pada usia lanjut.