Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Hermawati, Yunnianna
Asnindari, Lutfi Nurdian
Subject
HQ The family. Marriage. Woman
Datestamp
2017-12-27 07:33:36
Abstract :
Latar Belakang: Masalah osteoporosis di Indonesia telah mencapai tingkat yang
perlu diwaspadai dan berada diurutan ke enam terbesar setelah China. Lima provinsi
dengan resiko Osteoporosis lebih tinggi salah satunya adalah DI Yogyakarta. Risiko
osteoporosis mengakibatkan terjadinya patah tulang, terutama di pinggul,
pergelangan tangan dan tulang punggung.
Tujuan: Mengetahui hubungan faktor-faktor risiko osteoporosis dengan tingkat
risiko osteoporosis pada wanita di Dusun Pandowan II Galur Kulon Progo.
Metode: Metode secara non eksperimen, dengan desain korelasi variabel bebas dan
variabel terikat, pengambilan data berdasarkan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Hasil: Ada hubungan faktor-faktor risiko osteoporosis dengan tingkat risiko
osteoporosis pada wanita di Dusun Pandowan II Galur Kulon Progo, hal ini
dibuktikan dengan nilaiï£ 2 hitung sebesar 27,289 dan nilai signifikansi sebesar 0,000
untuk faktor usia, nilaiï£ 2 hitung sebesar 30,198 dan nilai signifikansi sebesar 0,000
untuk faktor penyakit, nilaiï£ 2 hitung sebesar 5,185 dan nilai signifikansi sebesar 0,023
untuk faktor gaya hidup, nilaiï£ 2 hitung sebesar 4,775 dan nilai signifikansi sebesar
0,029 untuk faktor konsumsi obat, nilaiï£ 2 hitung sebesar 5,107 dan nilai signifikansi
sebesar 0,024 untuk faktor waktu menopause.
Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan faktor-faktor risiko osteoporosis dengan
tingkat risiko osteoporosis pada wanita di Dusun Pandowan II Galur Kulon Progo.
Bagi responden disarankan untuk lebih menerapkan gaya hidup sehat, sehingga
waktu terjadinya risiko osteoporosis dapat diperlambat.