Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Khairani, Gita Permata
Imron, Moh. Ali
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2017-11-24 07:42:37
Abstract :
Latar Belakang : Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang
mengenai tulang rawan artikular sehingga terjadi kerusakan pada tulang rawan yang
di akibatkan oleh faktor usia , jenis kelamin dan pekerjan atau aktivitas fisik dan
penyakit sendi ini sering menimbulkan nyeri dan penurunan kemampuan aktivitas
fungsional. Tujuan : Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh
penambahan traksi manual dalam intervensi straight leg raising lebih baik
meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. Metode
Penelitian : Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimental dengan desain pre test
and post test control group sebanyak 22 orang sebagai sampel yang ditentukan
dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling.
Sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I di beri perlakuan straight leg
raising dan kelompok II di beri perlakuan traksi manual dalam intervensi straight leg
raising dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Uji normalitas data
menggunakan uji Shapiro Wilk Test dan uji homogenitas data dengan uji Lavene test.
Untuk mengetahui peningkatan aktivitas fungsional pada kelompok 1 dan kelompok
2 menggunakan Paired Sample T-Test. Untuk mengetahui beda selisih antara kedua
kelompok menggunakan Independent sampel t-test. Hasil : Hasil uji menggunakan
Paired Sample T-Test pada kelompok I dan kelompok II ditunjukkan nilai p=0,000
(p<0,05) Hal ini menunjukkan adanya pengaruh straight leg raising dan traksi
manual dalam intervensi straight leg raising dalam meningkatkan aktivitas
fungsional pada penderita osteoarthritis lutut sedangkan hasil uji beda selisih
menggunakan Independent sampel t-test maka nilai p=0,015(p<0,05) hasil rerata dari
kelompok I 6,63 kelompok II 12,20 hal ini menunjukkan bahwa penambahan traksi
manual dalam intervensi straight leg raising lebih baik meningkatkan aktivitas
fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. Kesimpulan : Penambahan traksi
manual dalam intervensi straight leg raising lebih baik meningkatkan aktivitas
fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. Saran: Penelitian selanjutnya yang
lebih spesifik dan beragam variabelnya serta menambahkan jumlah responden, dosis
dan memperpanjang waktu penelitian agar lebih bisa terlihat keefektifitasan latihan
straight leg raising dan traksi manual yang dilakukan.
Kata Kunci: Straight leg raising, Traksi Manual, Kemampuan Aktivitas Fungsional
Osteoarthritis
Daftar Pustaka: 4 buku (2006-2013), 20 jurnal