Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Prabaningrum, Nindha
Imania, Dika Rizki
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2017-11-24 07:31:07
Abstract :
Pendahuluan: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat seorang
mahasiswa dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan kecanggihan teknologi
atau gadget. Penggunaan gadget yang terlalu banyak dapat memicu gangguan gerak
dan fungsi pada ekstremitas atas atau pada jari-jari tangan yang dapat membuat
penderitanya mengalami nyeri terutama di ibu jari tangan. Gangguan tersebut sering
disebut dengan de quervein?s syndrome, yaitu stenosing tenosynovitis yang pada
umumnya terjadi di selubung tendon pada otot abductor policis longus dan otot
extensor policis brevis. Metode ultrasound dan penambahan neural mobilization
pada ultrasound dapat menurunkan nyeri pasien de quervein syndrome. Tujuan:
Mengetahui ada perbedaan penambahan neural mobilization pada ultrasound
terhadap pengurangan nyeri pada kasus de quervein syndrome. Metode Penelitian:
Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Pelaksanaan
penelitian dilaksanakan di klinik fisioterapi STIKES ?Aisyiyah Yogyakarta dengan
sampel 18 orang mahasiswa semester 7 program studi fisioterapi STIKES ?Aisyiyah
Yogyakarta. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan
ultrasound dan kelompok penambahan neural mobilization pada ultrasound.
Pengolahan data uji normalitas menggunakan shapiro-wilk test, uji homogenitas
menggunakan lavene test, uji hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test,
dan uji hipotesis III menggunakan independent sample t-test. Hasil: Uji hipotesis I
nilai p = 0,000 (p < 0,05), ultrasound dapat menurunkan nyeri pada kasus de
quervein syndrome. Hipotesis II nilai p = 0,000 (p < 0,05), penambahan neural
mobilization pada ultrasound dapat menurunkan nyeri pada kasus de quervein
syndrome. Uji hipotesis III nilai p = 0,007 (p < 0,05), ada perbedaan pengaruh
penambahan neural mobilization pada ultrasound terhadap pengurangan nyeri pada
kasus de quervein syndrome. Simpulan: Ada perbedaan pengaruh penambahan
neural mobilization pada ultrasound terhadap pengurangan nyeri pada kasus de
quervein syndrome. Saran: Menambah intervensi neural mobilization pada
ultrasound terhadap penurunan nyeri pada kasus de quervein syndrome. Bagi peneliti
selanjutnya mengukur kemampuan fungsional dan menambah jumlah sampel.
Kata kunci : Ultrasound, neural mobilization, nyeri.
Daftar Pustaka : 48 buah (2001-2015)