DETAIL DOCUMENT
Penatalaksanaan Keputihan Fisiologis pada Akseptor IUD di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta Tahun 2015
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Sari, Mulya Pramitha
Listian, Maulita
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2017-11-24 05:59:22 
Abstract :
Latar Belakang : Data dari Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, cakupan pemakaian alat kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) adalah (58,1%). Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, 2012), jumlah akseptor KB aktif sebanyak 438,788 peserta dengan pemakaian KB IUD 104,618 peserta (23,84%). Adapun Akseptor yang mengalami efek samping keputihan dari pemakaian KB IUD ialah 29 akseptor (44.62%). Sedangkan di Puskesmas Wirobrajan tahun 2014, KB aktif sebanyak 490 akseptor, dengan rincian IUD 38,17%, dan dari 187 orang yang datang kontrol IUD, pasien yang mengalami keputihan sebanyak 177 yaitu (36,13%). Keputihan ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah karena reaksi organ genetalia terhadap benda asing sehinggga meningkatkan produksi lendir serviks, posisi IUD yang tidak tepat serta adanya gesekan IUD. Proses peradangan karena alat kontrasepsi IUD menyebabkan produksi cairan pada uterus meningkat. Tujuan : penelitian ini ialah mengetahui penatalaksanaan keputihan secara komprehensif pada akseptor IUD di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Metode : penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksplanatori. Subyektif penelitian pada kasus ini yaitu Ny. S umur 20 tahun dengan keputihan fisiologis pada akseptor IUD. Penelitian dilakukan pada bulan Maret ? Mei 2015 di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yaitu data primer (wawancara, observasi), dan data sekunder ( rekam medis dan studi kepustakaan). Hasil : Setelah dilakukan pemeriksaan subyektif dan obyektif pada Ny. S di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta di dapatkan tidak ada nyeri tekan pada perut, ditemukan keputihan berwarna putih encer tidak berbau, tidak disertai rasa gatal dengan jumlah yang sedikit, pada saat berhubungan seksual Ny. S merasa sakit. Kesimpulan : Setelah dilakukan asuhan pada Ny. S selama tiga hari ditemukan hasil bahwa Ny. S tidak mengalami keputihan lagi dan tidak ada nyeri saat berhubungan seksual. Sarran : Berdasarkan hasil penelitian diharapkan akseptor dapat menjaga kebersihan genetalia serta menjaga pola hidup sehat. Kata Kunci : Akseptor IUD, Keputihan fisiologis Kepustakaan : 16 buku, 6 jurnal, 8 internet 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta