Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Handayani, Nur Fuji
Wahtini, Sri
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2017-11-24 05:27:44
Abstract :
Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa angka
kematian balita dan anak di Indonesia tahun 2012 sebesar 31 per 1.000 kelahiran
hidup. Menurut Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta jumlah penderita diare yang
datang dipuskesmas setiap tahun lebih kurang 3% dari jumlah penduduk atau
sebanyak 12.964 penderita. Namun yang ditemukan selama tahun 2012 sebanyak
12.573 penderita (95,4% dari perkiraan). Angka kesakitan diare diwilayah Bantul
pada tahun 2012 sebesar 21,99% dan kasus kematian bayi/balita di Kabupaten
Bantul, pada tahun 2011 sebanyak 136 balita atau 10,1 permil.
Tujuan penelitian ini adalah bidan mampu memberikan asuhan secara
komperhensif terhadap kasus dengan diare tanpa dehidrasipada balita di RSU
PKU Muhammadiyah Bantul.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif.
Tempat penelitian yaitu di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Subjek penelitian
yaitu balita A umur 30 bulan 13 hari dengan diare tanpa dehidrasi. Jenis data
menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui
wawancar, observasi, pemeriksaan fisik dan studi pendokumentasian.
Setelah 1 hari dilakukan perawatan dirumah sakit didapat hasil anak BAB
3 kali sehari dengan konsistensi encer yang disertai demam. Dilakukan
pemeriksaan fisik, pemberian terapi yaitu Molagit (4 tablet gerus) dan B6 puyer (4
tablet gerus) 3x1 sach selama 4 hari atau selama anak diare, Paracetamol puyer (4
tablet gerus) 3x1 sach sehari selama 4 hari, Zink 1x1 tablet per hari selama 10
hari, KIE kompres hangat, KIE pada ibu pasien tentang pemberian air putih, susu,
kuah sayur, KIE tentang pola makan, pola kebersihan perorangan dan lingkungan,
KIE cuci tangan yang benar. Setelah 3 hari dilakukan perawatan dirumah maka
didapatkan hasil BAB 1 kali sehari dan anak tidak demam.
Setelah dilakukan asuhan yang sudah diberikan seperti terapi farmakologi,
KIE dan edukasi selama dirumah maka didapatkan hasil balita diare tanpa
dehidrasi dapat ditangani.
Bidan diharapkan mampu memberikan konseling, informasi, dan edukasi
pada pasien dan masyarakatdalam penanganan diare tanpa dehidrasi dirumah.