Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Endriyanti, Solekhah Elvin
Anjarwati, Anjarwati
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-11-24 04:54:57
Abstract :
Abortus spontan merupakan abortus yang terjadi secara alamiah tanpa
intervensi luar untuk mengakhiri kehamilan tersebut (keguguran). RS PKU
Muhammadiyah Bantul merupakan Rumah Sakit rujukan yang terletak di Bantul.
Di RS PKU Muhammadiyah Bantul terdapat kasusa bortus spontan sebanyak 97
kasus.
Mengetahui umur ibu yang mengalami abortus spontan, mengetahui
kejadian abortus di RS PKU Muhammadiyah Bantul serta hubungan umur
ibudengan kejadian abortus spontan di RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan
pendekatan waktu retrospective. Subjek pada penelitian ini adalah ibu hamil yang
mengalami abortus spontan sejumlah 97 kasus. Pengumpulan data menggunakan
Rekam Medis pasien selama bulan Januari-Desember tahun 2014. Teknik
pengampilan sampel menggunakan total sampling. Teknik analisis data yaitu
univariatdanbivariat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah ibu hamil yang
mengalami kejadian abortus spontan ada 97 responden,paling banyak kejadian
abortus inkompletus 77 (79,4%). Umur ibu hamil paling banyak mengalami
kejadian abortus spontan umur 20-34 tahun sebanyak 73 responden (75,3%).
Berdasarkan uji chi square dapat disimpulkan bahwa ada hubungan umur dengan
kejadian abortus spontan di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Dapat dilihat dari
nilai chisquare (0,038) dengan tingkat hubungan rendah.
Bagi Bidan Poli Kebidanan: Diharapkan mengembangkan program KIE
dan penyuluhan untuk penurunan kejadia abortus spontan kepada ibu hamil.
Media penyuluhan seperti leaflet yang disediakan untuk semua ibu hamil yang
periksa meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya abortus spontan
(umur, paritas, jarak kehamilan, kelainan endokrin, infeksi, kelemahan otot rahim,
kelainan genetic dan sirkulasi plasenta). Pembuatan leaflet atau sosialisasi dapat
bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul untuk mengurangi angka
kematian ibu akibat dari kehamilan dan persalinan yang beresiko.