Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Indrasari, Denita Nur
Anita, Diyah Candra
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2017-11-21 05:24:34
Abstract :
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik merupakan kerusakan parenkrim ginjal
dengan penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) selama atau lebih dari 3 bulan.
Kadar ureum dan kreatinin merupakan senyawa kimia yang menandakan fungsi
ginjal normal. Hemodialisa salah satu terapi pengganti ginjal yang menyaring dan
membuang sisa-sisa metabolisme.
Tujuan Penelitian : Diketahuinya perbedaan kadar ureum dan kreatinin pada pasien
gagal ginjal kronik berdasarkan lama menjalani terapi hemodialisa di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparatif
dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 20 responden dengan
menggunakan tekhnik aksidental sampling. Instrumen pengumpulan data
menggunakan hasil laboratorium dan analisa data menggunakan Kruskal Wallis Test.
Hasil : Responden yang menjalani terapi hemodialisa masuk dalam kategori awal
sebanyak 3 responden, kategori sedang 1 responden, dan kategori lama 16
responden. Sebelum dilakukan analisis data dilakukan uji normalitas menggunakan
saphiro wilk hasil nya p<0,21 (p>0,05). Uji analisis data menggunakan Kruskal
Wallis Test, untuk kadar ureum nilai P>0,65 (P<0,05) dan kadar kreatinin nilai
P>0,66 (P<0,05).
Kesimpulan : Kadar ureum dan kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik
berdasarkan lama menjalani terapi hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta berbeda tidak bermakna
Saran : Bagi pasien yang menjalani hemodialisa hendaknya menjaga asupan makan
yaitu dengan mengikuti diet yang dianjurkan oleh petugas kesehatan.