Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Yatma, Dwi Pawit Anggi
Ruhyana, Ruhyana
Subject
L Education (General)
Datestamp
2017-11-21 05:29:53
Abstract :
Latar Belakang: Kasus kegawatdaruratan henti jantung merupakan suatu kondisi di
mana jantung kehilangan fungsi secara mendadak dan sangat tiba-tiba yang ditandai
dengan terjadinya henti nafas dan jantung di mana saja, dan pada siapa saja. Henti
jantung dapat ditangani dengan melakukan bantuan hidup dasar (BHD) segera ketika
kasus henti jantung terjadi. Pendidikan kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD)
pada nelayan sangat penting karena dalam kenyataanya nelayan belum mengetahui
upaya yang perlu dilakukan untuk menanganinya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode penyuluhan
audiovisual dan praktik terhadap tingkat pengetahuan bantuan hidup dasar (BHD)
pada nelayan di Pantai Depok.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi
Eksperimen) dengan pendekatan Non- Equivalent Control Group. Sampel dari
penelitian ini sebanyak 30 nelayan, diambil secara acidental. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Teknik analisa data mengunakan analisis Wilcoxon Match
Paired Test dan Mann-Whitney.
Hasil: Hasil Uji Wilcoxon Match Paired Test pada metode audiovisual adalah 0.008
(p < 0,05) dan pada metode praktik sebesar 0.001 (p < 0,05). Hasil Uji MannWhitney
diperoleh
Z
hitung
pada
saat
post
test
sebesar
-1,973,
dengan
nilai
signifikan
0,048
<
0,05.
Kesimpulan
dan Saran: Penyuluhan dengan metode audiovisual lebih efektif
dibandingkan dengan metode praktik. Nelayan Pantai Depok disarankan untuk
senantiasa menambahkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan metode
audiovisual dan metode praktik dan mengaplikasikan ilmu yang telah dimiliki.