Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Hidayati, Isti
Warsiti, Warsiti
Subject
RJ101 Child Health. Child health services
Datestamp
2017-11-24 02:24:46
Abstract :
Latar Belakang: Bayi Berat lahir Rendah (BBLR) merupakan indikator yang sensitif dari kondisi sosial ekonomi dan secara tidak langsung menjadi tolak ukur kesehatan ibu dan anak. Kejadian BBLR di Indonesia sebesar 10,2%, sedang prevalensi BBLR di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 9,9%. BBLR masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Tujuan: Diketahuinya faktor ? faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Prambanan Tahun 2014 -2015.
Metode: Analitik observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampel kasus adalah 70 bayi berat lahir rendah dan sampel kontrol adalah 70 bayi berat lahir cukup yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel kasus dengan menggunakan total sampling dan sampel kontrol menggunakan simpel random samping.
Hasil: Dari analisa bivariat didapatkan hasil bahwa usia ibu memiliki p value = 0.001, OR = 2,68, paritas memiliki p value = 0,86, OR = 0,94, umur kehamilan memiliki p value = 0,00, OR = 4,02, penyakit kronis dengan p value = 0,28, OR= 1,77 dan anemia (p value = 0,01, OR = 2,39).
Simpulan dan Saran: Faktor ? faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Prambanan adalah usia ibu, umur kehamilan dan anemia, sedang paritas dan penyakit kronis tidak berhubungan dengan BBLR. Bagi ibu hamil, agar dapat lebih meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama masa kehamilan. Sehingga ibu yang diduga beresiko melahirkan BBLR dapat dideteksi secara dini. Selain itu, ibu juga dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat