Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
AGUSTIANI, Mia Dwi
Sulistyoningtyas, Sholaikhah
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-11-24 01:47:54
Abstract :
Latar Belakang Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan . Perdarahan pada
ibu bersalin merupakan kehilangan darah >500ml setelah persalinan pervaginam atau
>1000ml perabdominal. Faktor risiko yang meningkatkan kejadian perdarahan
postpartum pada ibu bersalin adalah umur, paritas, jarak antar kehamilan, riwayat
persalinan buruk, anemia, partus lama, induksi persalinan, dan berat bayi lahir
makrosomia.
Tujuan Mengetahui hubungan induksi persalinan, partus lama dan berat bayi lahir
dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Panembahan Senopati Bantul
tahun 2016.
Metode Penelitian survey analitik dengan metode case control, Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 114 responden, terdiri dari semua ibu bersalin yang
mengalami perdarahan postpartum di RSUD Panembahan Senopati Bantul yaitu 57
responden sebagai kelompok kasus dan 57 ibu bersalin tidak perdarahan sebagai
kelompok kontrol. Kelompok kontrol dipilih secara acak menggunakan simple
random sampling
Hasil Berdasarkan sampel yang telah diteliti 57 (100) responden perdarahan 32
diantaranya diinduksi dengan p-value 0,001 dan OR 3,93, 30 responden mengalami
partus lama dengan p-value 0,00 dan OR 4,646, 8 responden memiliki bayi
makrosomia dengan p-value 0,032 dan OR 9,1
Simpulan dan Saran Ada hubungan antara induksi persalinan, partus lama dan
berat bayi makrosomia dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD
Panembahan Senopati Bantul. Peran petugas kesehatan untuk mengurangi masalah
dengan meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya mengenai faktor risiko
perdarahan