Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
YULIANA, Nita
Mufdlilah, Mufdlilah
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-11-24 01:26:02
Abstract :
INTISARI
Latar Belakang: Saat ini salah satu kebijakan pemerintah untuk mengendalikan dan
menurunkan kenaikan jumlah penduduk adalah dengan cara keluarga berencana yang
teringrasi pada pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tetapi pada
kenyataannya penggunaan KB hormonal terutama suntik masih merupakan metode
paling diminati masyarakat sampai saat ini. Berdasarkan studi pendahuluan di
Puskesmas Banguntapan II. didapatkan akseptor yang menggunakan kontrasepsi
hormonal suntik sampai bulan desember 2015 sejumlah 960 peserta dari 1810
akseptor KB aktif.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan
kontrasepsi hormonal pada pasangan usia subur (PUS) di Puskesmas Banguntapan II
Bantul.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik
obsevasional dengan pendekatan case control dan pengambilan sampel menggunakan
teknik Accidental Sampling dengan besar sampel sebanyak 50 orang.
Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan
paritas multipara (74%), memiliki tingkat pendapatan tinggi (56%), mempunyai
pengetahuan baik (44%), dan mendapat dukungan suami (82%). Hasil analisis
bivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi
hormonal adalah paritas (p-value=0,004), tingkat pendapatan (p-value=0,001),
pengetahuan (p-value=0,000), dan dukungan suami (p-value=0,01).
Simpulan dan Saran: Ada hubungan faktor paritas, tingkat pendapatan,
pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi hormonal pada
pasangan usia subur (PUS) di Puskesmas Banguntapan II. Diharapkan sebelum
menggunakan kontrasepsi terlebih dahulu menggali informasi yang dijadikan sebagai
bahan pertimbangan memilih penggunaan alat kontrasepsi yang lebih efektif untuk
menjarangkan kehamilan dan sesuai kebutuhan akseptor.