Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
SAPUTRI, Adelisa Marlinda
Subject
RD Surgery
Datestamp
2016-12-28 03:33:35
Abstract :
Abstrak
Latar Belakang: Posisi statis dan postur tubuh yang salah saat menggunakan laptop
dalam waktu yang lama pada mahasiswa dapat meyebabkan terjadinya myofascial
upper trapezius syndrome yang berakibat pada penurunan kemampuan fungsional
leher sehingga menghambat aktivitas mereka sehari-hari. Tujuan: Untuk mengetahui
perbedaan pengaruh pemberian active exercise (cervical stabilization) dan contract
relax stretching terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada myofascial
upper trapezius syndrome. Metode: Jenis penelitian ini experimental pre test and
post test two group design, 14 orang mahasiswa fisioterapi menjadi sampel dengan
simple random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I
mendapatkan perlakuan active exercise (cervical stabilization), kelompok II
mendapatkan perlakuan contract relax stretching, keduanya dilakukan 3 kali
seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur Kuesioner Neck
Dissability Index. Uji normalitas dengan Shapiro wilk test dan uji homogenitas data
dengan Lavene?s test. Uji Paired samples t-test untuk mengetahui peningkatan
kemampuan fungsional leher kelompok I dan II serta Independent samples t-test
untuk menguji beda pengaruh intervensi kelompok I dan II. Hasil: Hasil Uji Paired
sample t-test pada kelompok I dan kelompok II adalah p = 0,000 (p<0,05),
menunjukkan bahwa kedua intervensi berpengaruh terhadap peningkatan
kemampuan fungsional leher pada myofascial upper trapezius syndrome masingmasing
kelompok. Dan hasil Independent sampels t-test diperoleh nilai p = 0,033
(p<0,05), menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan pada kelompok I dan II
memiliki perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher
pada myofascial upper trapezius syndrome. Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh
pemberian active exercise (cervical stabilization) dan contract relax stretching
terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada myofascial upper trapezius
syndrome. Saran: Perlu penambahan jumlah responden dan mengkontrol aktivitas
seperti posisi dan durasi dalam menggunakan laptop.