Abstract :
Abstrak
Latar Belakang: Low back pain myogenic adalah salah satu penyakit yang paling
banyak terjadi didunia. Hampir setiap orang pernah mengalaminya dan akan kambuh
setidaknya 12 kali dalam setahun. Saat ini low back pain myogenic 90% terjadi
akibat gangguan kerja, menyebabkan penurunan kualitas hidup, produktivitas dan
kemampuan aktifitas fungsional. Penyakit ini menghabiskan paling banyak dana
kompensasi dan dana pengobatan, penyebab kelima hospitalisasi, alasan ketiga
prosedur bedah dan penyebab kerugian terbesar akibat kehilangan waktu kerja.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan penambahan Mulligan Bent Leg Raise pada
TENS terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada low back pain myogenic.
Metode: Penelitian ini dengan menggunakan metode rancangan experimental
dengan pre and post test two group design yang dilakukan pada bulan Juni 2016 di
Universitas ?Aisyiyah Yogyakarta dengan sample berjumlah 12 orang dibagi menjadi
dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok perlakuan I mendapat intervensi TENS dan
kelompok perlakuan II mendapat intervensi TENS dan Mulligan Bent Leg Raise.
Teknik pengambilan sampel diambil secara random dan diukur kemampuan
fungsionalnya menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Hasil: Hasil uji
Independent Samples t-test untuk komparabilitas skor ODI sesudah perlakuan
kelompok I dan II adalah p=0,000 (p< 0,05). Simpulan: Ada perbedaan penambahan
Mulligan Bent Leg Raise pada TENS terhadap peningkatan kemampuan fungsional
pada low back pain myogenic. Saran: Peneliti selanjutnya untuk juga menguji
faktor-faktor lain seperti aktivitas pekerjaan dan mengontrol konsumsi obat-obatan
yang dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan fungsional pada low back pain
myogenic.
Kata Kunci : Low back pain myogenic, Mulligan bent leg raise, Transcutaneus
electrical nerves stimulation, Oswestry disability index,
Kemampuan fungsional
Daftar Pustaka : 39 (2000-2015)