Abstract :
Latar Belakang: Kebutuhan fisik bagi seorang penari dari koreografi dan jadwal
pertunjukan saat ini membuat kebugaran fisik menjadi sama pentingnya dengan
pengembangan kemampuan. Tari didesain agar terlihat indah secara estetis, seraya
sering kali dilakukan pada lingkup gerak sendi yang luas, sehingga membutuhkan
fleksibilitas yang baik. Namun 88% cedera menari akut terjadi saat latihan
fleksibilitas. Hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian mengenai program
latihan. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang efektif dan aman. Tujuan:
Untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Muscle Energy Technique
(MET) dan Contract Relax with Antagonist Contraction (CRAC) terhadap
peningkatan fleksibilitas otot Hamstring siswa Seni tari. Metode Penelitian:
Menggunakan metode eksperimental dengan pre and post test two group design.
Melibatkan 21 siswa sehat kelas X SMK 1 Kasihan Bantul Yogyakarta yang
didapat melalui simple random sampling dengan rentang usia 14-17 tahun, yang
dibagi menjadi dua kelompok, kelompok I dan II. Kelompok I diberi perlakuan
MET, dan kelompok II diberi perlakuan CRAC, selama 5 hari berturut- turut untuk
masing ?masing perlakuan. Hasilnya diukur menggunakan Sit and Reach with
Plantar Flexion sebelum dan setelah 5 hari. Pengolahan data uji normalitas
menggunakan shapiro-wilk test, uji homogenitas menggunakan lavene test, uji
hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test, dan uji hipotesis III
menggunakan independent sample t-test. Hasil: Uji hipotesis I nilai p = 0,000 (p <
0,05), MET dapat meningkatkan flekibilitas hamstring. Hipotesis II nilai p = 0,000
(p < 0,05), CRAC dapat meningkatkan flekibilitas hamstring. Uji hipotesis III nilai
p = 0,048 (p < 0,05), ada perbedaan pengaruh pemberian MET dan CRAC terhadap
peningkatan flekibilitas hamstring. Simpulan: Ada perbedaan pengaruh
pemberian Muscle Energy Technique (MET) dan Contract Relax with Antagonist
Contraction (CRAC) terhadap peningkatan fleksibilitas otot Hamstring siswa Seni
tari. Saran: Selama penelitian sampel masih melakukan aktivitas sehari ? hari
diluar pengawasan peneliti, sebaiknya peneliti memberikan kontrol terhadap
aktivitas sehari ? hari selama penelitian.