Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Kardi, Kardi
Anita, Diyah Candra
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-11-21 06:12:32
Abstract :
Latar Belakang : Jenis kelamin, umur, lama rawat, post operasi, mendapat antibiotik,
terdapat penyakit kronis, perawatan luka, terpasang NGT, dialisis rutin, gangguan
multi organ, gangguan imunosupresif, dan gangguan cerebrovaskuler adalah
beberapa faktor resiko pneumonia nosokomial. Pasien yang mengalami pneumonia
nosokomial selama di rumah sakit menyebabkan bertambahnya lama rawat pasien
dan bahkan meninggal dunia
Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan faktor risiko terhadap kejadian pneumonia
nosokomial di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Metode penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik dan
menggunakan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah
40 responden ditetapkan dengan accidental sampling. Analisis statistik yang
digunakan Regresi Logistik Ganda.
Hasil penelitian: terdapat 2 faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian
pneumonia nosokomial yaitu pemberian antibiotik dengan nilai (p=0,040) dan lama
rawat inap nilai (p=0,031). Faktor yang tidak berpengaruh; jenis kelamin (p=0,345),
umur (0,184), post operasi (0,999), penyakit kronis (0,859), perawatan luka (0,999),
terpasang NGT (0,450), dialisis rutin (0,442), gangguan multi organ (0,573),
gannguan imunosupresif (0,490), dan gangguan cerebrovaskuler (0,583).
Simpulan dan saran : pemberian antibiotik lebih 2 minggu dan lama rawat inap lebih
5 hari besar kemungkinan menyebabkan pasien mengalami pneumonia nosokomial.
Pemberian antibiotik perlu mempertimbangkan hasil kultur. Perawatan pasien
diharapkan selalu berpedoman pada clinical pathway masing-masing diagnosis
penyakit sehingga lama rawat tidak panjang.
Kata kunci : Faktor risiko, pneumonia nosokomial
Kepustakaan : 14 buku, 9 journal online
Jumlah halaman : xiii, 49 halaman, 5 tabel, 3 gambar, 12 lampiran