DETAIL DOCUMENT
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PROPIOSEPTIF DAN THERABAND EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN STABILITAS ANKLE PADA PEMAIN SEPAK BOLA DENGAN RIWAYAT SPRAIN ANKLE
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Hakiki, Esa Putri
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology 
Datestamp
2016-12-30 07:06:17 
Abstract :
Latar Belakang: Pemain Sepak bola melakukan latihan terus-menerus agar dalam pertandingan memiliki hasil maksimal, hal tersebut berpotensi terkena sprain ankle, sebagian besar pemain menghiraukan cidera ataupun tidak ditangani secara adekuat sehingga memperparah cidera akibatnya stabilitas menurun dan cidera berulang sehingga penurunan prestasi di lapangan. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh antara terapi latihan propioseptif dan theraband exercise terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain sepak bola dengan riwayat sprain ankle. Metode Penelitian: Metode experimental dengan pre and post control two group design. Berdasarkan tehnik rumus pocock diperoleh total sampel 16 orang dibagi 2 kelompok sehingga masing-masing 8 orang. Kelompok I perlakuan latihan propioseptif dan kelompok II perlakuan theraband exercise. Latihan yang dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan selama 3 kali dalam seminggu diberikan kepada UKM pemain sepak bola Universitas Negeri Yogyakarta yang berusia 18 ? 23 tahun. Alat ukur yang digunakan SEBT (Star Excursion Balance Test). Hasil: Hasil uji hipotesis I menggunakan Paired Sample t-test pada anteromedial p=0,029 (p<0,05), anterolateral p=0,013 (p<0,05), posterior p=0,015 (p<0,05) yang berarti latihan propioseptif dapat meningkatkan stabilitas ankle. Hasil uji hipotesis II menggunakan Paired Sample t-test pada anteromedial p=0,001 (p<0,05), anterolateral p=0,002 (p<0,05), posterior p=0,012 (p<0,05) yang berarti theraband exercise dapat meningkatkan stabilitas ankle. Hasil uji hipotesis III menggunakan Independent t-test pada anteromedial p=0,796 (p<0,05), anterolateral p=0,767 (p>0,05), posterior p=0,922 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh antara terapi latihan propioseptif dan theraband exercise. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh antara terapi latihan propioseptif dan theraband exercise terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain sepakbola dengan riwayat sprain ankle. Saran: Diharapkan peneliti mengontrol aktivitas gerak yang dilakukan oleh subyek penelitian dalam kesehariannya. 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta