Abstract :
Latar Belakang: Daya ledak merupakan salah satu komponen fisik yang harus dilatih, karena daya ledak otot tungkai sangat berpengaruh terhadap performa tim untuk meningkatkan prestasi pemain futsal UKM Universitas ?Aisyiyah Yogyakarta. Dengan memiliki daya ledak otot tungkai yang baik maka tendangan bola ke gawang lawan (shooting) dihasilkan maksimal. Latihan single leg speed hop dan latihan knee tuck jump merupakan salah satu bentuk latihan pliometrik. Latihan pliometrik ini berfungsi untuk meningkatkan power otot tungkai. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan Single leg speed hop dengan latihan Knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada pemain futsal. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pre test and post test two group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus populasi diperoleh total sampel 20 orang dibagi 2 kelompok sehingga masing-masing 10 orang. Kelompok 1 perlakuan latihan single leg speed hop dilakukan selama 4 minggu dan kelompok 2 knee tuck jump dilakukan selama 6 minggu. Alat ukur yang digunakan Vertical jump test. Hasil : Hasil uji hipotesis I menggunakan Paired Sample t-test diperoleh nilai p= 0,000 (p< 0,05), hasil hipotesis II menggunakan Paired Sample t-test diperoleh nilai p= 0,000 (p<0,05) dan hasil uji hipotesis III menggunakan Indevendent Sample t-test diperoleh nilai p= 0,693 (p> 0,005). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan Single leg speed hop dengan latihan Knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada peman futsal. Saran : Peneliti disarankan untuk melakukan studi terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi peningkatan daya ledak otot tungkai untuk hasil yang lebih konprehensip. Selain itu peneliti berikutnya juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih banyak.