Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Aprianti, Nadya Dwi
Imania, Dika Rizki
Subject
RZ Other systems of medicine
Datestamp
2017-11-22 03:45:00
Abstract :
Latar Belakang: Olahraga bulutangkis memerlukan lompatan yang tinggi untuk
melakukan smash,maka diperlukan vertical jump yang baik. Meningkatkan vertical
jump pemain bulutangkis di berikan latihan Countermovement jump yang mampu
meningkatkan kecepatan dan daya ledak otot sedangkan Isometric hip flexion
exercises melatih kekuatan otot dan stabilisasi sendi dalam peningkatan vertical
jump.Tujuan:Penelitian iniuntuk mengetahui perbedaan pengaruh Countermovement
jump dengan Isometric hip flexion excercises terhadap peningkatan vertical jump
pada pemain bulutangkis. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini experimental,
dengan design pre test and post test two group. 20 orang menjadi sampel dengan
sampel simple random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok
1 mendapatkan perlakuan Countermovement jump, dilakukan 2 kali seminggu selama
6 minggu, kelompok 2 mendapatkan perlakuan Isometric hip flexion excercises,
dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Alat ukur : vertical jump test. Uji
normalitas dengan Shapiro wilk test dan uji homogenitas data dengan Lavene?s test.
Uji Paired samples t-test untuk mengetahui peningkatan vertical jump pada
kelompok 1 dan 2 serta menggunakan Independent samples t-test untuk
komparatibilitas hasil intervensi kelompok 1 dan 2. Hasil: Hasil uji menggunakan
Paired samples t-test pada kelompok 1p= 0,000 (p< 0,05) dan pada kelompok 2p =
0,000 (p< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa kedua latihan berpengaruh terhadap
peningkatan vertical jump pada pemain bulutangkismasing-masing kelompok.
Sedangkan hasil komparatibilitas yang menggunakan Independent samples t-test p =
0,571 (p> 0,05) hal ini menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan pada
kelompok 1 dan 2 tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap
peningkatan vertical jump pada pemain bulutangkis.Kesimpulan: Tidak ada
perbedaan pengaruhCountermovement jump dengan Isometric hip flexion excercises
terhadap peningkatan vertical jump pada pemain bulutangkis. Saran: Penelitian
selanjutnya untuk menambah waktu penelitian dan meneliti faktor internal kebugaran
fisik dan genetik.