Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Safitri, Niken
Ariyanto, Andry
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2017-11-22 03:42:55
Abstract :
Latar Belakang: Power merupakan perpaduan antara kecepatan dan kekuatan
dimana kedua hal tersebut harus dimiliki seorang pemain futsal. Dengan memiliki
power yang baik maka kecepatan kaki untuk mengubah posisi dan menentukan arah
laju bola dalam menggiring bola juga baik. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh static stretching dan squat jump dengan dynamic stretching dan squat jump
terhadap power tungkai pemain futsal. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan
experimental dengan pre test and post test two group design sebanyak 20 orang
pemain futsal Gabungan FC sebagai sampel yang ditentukan dengan menggunakan
teknik pengambilan sampel random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu kelompok I mendapatkan intervensi static stretching dan squat jump, kelompok
II mendapatkan intervensi dynamic stretching dan squat jump, keduanya dilakukan 3
kali seminggu selama 4 minggu. Power diukur menggunakan Vertical Jump test. Uji
normalitas menggunakan uji Shapiro wilk test dan uji homogenitas menggunakan
Lavene?s test. Penggunaan Paired samples t-test untuk mengetahui pengaruh power
pada kelompok I dan wilcoxon signed untuk menguji pengaruh power pada
kelompok II serta menggunakan Mann-Whitney untuk komparatibilitas hasil
intervensi kelompok I dan II. Hasil: Hasil uji pada kelompok I p = 0,024 (p < 0,05)
dan pada kelompok II p = 0,004 (p < 0,05), hal ini menunjukkan bahwa kedua
intervensi memiliki pengaruh terhadap power pada masing-masing kelompok.
Sedangkan hasil komparatibilitas menggunakan Mann-Whitney p = 0,001 (p < 0,05)
hal ini menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan pada kelompok I dan II
memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap power. Kesimpulan: Ada
perbedaan pengaruh static stretching dan squat jump dengan dynamic stretching dan
squat jump terhadap power tungkai pemain futsal. Saran: Penelitian selanjutnya
untuk dapat mengontrol aktifitas sampel berat atau tidak sebelum melakukan tes,
mengatur pola makan dan meningkatkan motivasi pemain untuk latihan.