Abstract :
Latar Belakang : Anak usia sekolah 13-14 tahun menggunakan tas ransel untuk
membawa keperluan sekolah dengan beban > 10% dari berat badan, hal ini
berdampak buruk pada postur tulang belakang yang menyebabkan gangguan postural
tulang belakang kifosis. Kifosis yang terjadi pada usia pubertas akan mengakibatkan
gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh
penambahan auto correct posture exercise terhadap manual mobilization pada
penurunan derajat kurva kifosis anak usia 13-14 tahun akibat penggunaan tas ransel.
Metode Penelitian : Metode eksperimental dengan pre and post test two group
design. Berdasarkan teknik rumus pocock diperoleh total sampel 20 orang dibagi 2
kelompok sehingga masing-masing kelompok berjumlah 10 orang. Kelompok 1
diberikan perlakuan latihan manual mobilization selama 10 hari berturut-turut dan
kelompok 2 diberikan perlakuan auto correct posture exercise dan manual
mobilization dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu
kepada siswa usia 13-14 tahun di SMP N 1 Pandak yang mengalami kifosis. Alat
ukur yang digunakan adalah Flexible Curve Ruler. Uji normalitas menggunakan
Saphiro Wilk Test dan uji homogenitas menggunakan Lavene Test. Hasil : Hasil uji
hipotesis I dan II menggunakan Paired Sample t-test diperoleh nilai p : 0,000 (p <
0,05), dan hasil uji hipotesis III menggunakan Independent Sample t-test diperoleh
nilai p : 0,000 (p < 0,005). Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruh penambahan auto
correct posture exercise terhadap manual mobilization pada penurunan derajat kurva
kifosis anak usia 13-14 tahun akibat penggunaan tas ransel. Saran : Kepada peneliti
selanjutnya untuk mengontrol aktivitas yang dilakukan sampel selama mengikuti
penelitian. Diharapkan waktu latihan auto correct posture exercise dan manual
mobilization ditambah > 4 minggu agar mencapai derajat kifosis normal yaitu < 10 .