Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ni'mah, Nailin
Badi'ah, Atik
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2017-12-18 03:05:17
Abstract :
Latar Belakang : . Penyakit yang sering muncul karena kurangnya kebersihan diri
adalah berbagai penyakit kulit. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh jamur, virus,
kuman, parasit hewani dan lain-lain. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh
parasit adalah scabies. Scabies dapat terjadi terutama di lingkungan yang padat
penduduknya seperti pondok pesantren, kebersihan kurang, sosial ekonomi rendah, serta
kontak dengan penderita. Dampaknya dapat menyebabkan dermatitis, ini juga dapat
menyebabkan gangguan pada ginjal yang sering disebut grumeloronefritis. Tujuan
Penelitian : hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian scabies pada
santri putra dan putri di Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem Sewon Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Desain Penelitian ini adalah kuantitatif analisis korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua santri yang tinggal di
Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem Sewon Bantul Yogyakarta. Teknik pengambilan
sampel menggunakan quota sampling berjumlah 105 responden. Instrument penelitian
menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan uji korelasi chi
square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan santri yang memiliki perilaku personal
hygiene baik 7 orang (6,6%), cukup 26 orang (24,8%), kurang 72 (68,6%) sedangkan
santri yang mengalami kejadian scabies 78 orang (74,3%) dan yang tidak 27 orang
(25,7%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai ? = 71.189 dengan taraf signifikan
p = 0,000 <0,05. Kesimpulan : Semakin baik perilaku personal hygiene maka kejadian
scabies semakin sedikit. Saran : Diharapkan pengelola pondok pesantren dapat lebih
mengetahui dan waspada dengan penyakit scabies dalam rangka meningkatkan
kesehatan santri putra dan putri.