Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Rosalinda, Rosalinda
Warsiti, Warsiti
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-11-21 05:59:54
Abstract :
Latar belakang: pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan dan memperbaiki kesehatan mereka. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup cenderung akan mengabaikan kesehatan reproduksinya. Sehingga sering terjadi kasus masturbasi disembarang tempat, keputihan, membiarkan baju berdarah, sampai merangkul. Penelitian pada tahun 2011 sebanyak 61,3% perawatan diri remaja tunagrahita rendah, perawatan diri dengan bantuan sebanyak 38,6%.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja tunagrahita di SLB N 1 Bantul.
Metode penelitian: Metode penelitian pre-eksperimen dengan jenis one group pretest-posttest. Responden penelitian terdiri dari 20 siswa diambil dengan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan pired t-test.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh pendidikan kesehatan metode Audiovisual tehadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja tunagrahita di SLB N 1 Bantul. Berdasarkan hasil uji dua sisi (sig. 2 tailed) dengan nila probabilitas 0,063 (0,063>0,05)
Kesimpulan: Sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan 40% responden berpengetahuan tinggi, 50% cukup, 10% kurang, setelah pendidikan kesehatan 45% responden berpengetahuan cukup, 35% tinggi dan 20% sangat tinggi, tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja tunagrahita di SLB N 1 Bantul.
Saran: Diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui media gambar dan pelatihan-pelatihan