Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Hidayat, Samsu
Kurniawati, Tenti
Subject
RD Surgery
Datestamp
2017-11-21 06:46:37
Abstract :
Latar belakang: Penandaan lokasi sebelum operasi mempunyai peranan penting
dalam keberhasilan benar lokasi pembedahan. Penandaan lokasi operasi dapat
mendukung kebenaran sisi atau benar lokasi anatomi pasien sehingga dapat
meningkatkan keselamatan pasien (Depkes, 2008). Hasil dari observasi selama satu
minggu pada bulan September 2014 didapatkan bahwa 35 pasien dari 50 pasien yang
dilakukan tindakan insisi (operasi) tidak diberi penanda pada sisi lokasi operasi
Tujuan: Mengetahui gambaran pelaksaaan pemberian tanda lokasi operasi pada
pasien pre operasi terkait dengan patient safety di kamar operasi IBS RSUP Dr.
Sardjito Yogyakarta.
Metodologi: penelitian non-eksperimental menggunakan metode deskriptif
observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan secara
kuantitatif melalui observasi ada tidaknya tanda lokasi operasi di bagian tubuh pasien
yang akan dilakukan tindakan insisi adapun sampel penelitian diambil dengan teknik
total sampling dengan jumlah 685 responden.
Hasil penelitian: Jenis operasi yang memiliki penandaan lokasi pre operasi paling
banyak adalah operasi mata dengan adanya 85 penandaan lokasi pre operasi dari 88
operasi atau 96,6%, gambaran lokasi penandaan lokasi operasi pada pasien pre
operasi sebagian besar adalah pada organ lateral yaitu sebanyak 163 responden dari
198 atau 82,3%.
Simpulan: Gambaran pelaksaaan pemberian tanda lokasi operasi pada pasien pre
operasi terkait dengan patient safety di kamar operasi IBS RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta yaitu sebesar 28,7 % operasi ada penandaan dan 71,3 % tidak ada
penandaan
Saran: Pengambil kebijakan rumah sakit melalui komite staf medik bedah terkait
selalu mensosialisasikan dan supervisi adanya penandaan lokasi operasi serta
verifikasi dan identifikasi di ruang rawat inap dan kamar bedah harus selalu
dilakukan untuk mencegah terjadinya salah lokasi, salah pasien dan salah prosedur.