Abstract :
Latar Belakang
:
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks
dan keengganan untuk melakukan deteksi dini menyebabkan lebih dari 70% mulai
menjalani perawatan medis justru ketika sudah berada kondi
si parah dan sulit
disembuhkan
.
Tujuan
:
Untuk m
enjelaskan
sikap
perempuan terhadap skrining kanker serviks di
Sleman Yogyakarta.
Metode
:
Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
dengan
pendekatan studi kasus
.
Penelitian ini
dilakukan
di wilayah kerja Puskesmas
Seyegan
Kabupaten
Sleman
.
Informan utama dalam penelitian ini
adalah
perempuan yang telah melakukan hubungan seksual secara aktif, terutama yang
berusia 30
-
50 tahun
. P
engumpulan informasi
menggunakan teknik wawancara
mendalam
(
indepth interview
)
.
Tahap proses analisis yaitu penyerderhanaan
atau
reduksi data
, penyajian data dan penari
kan kesimpulan atau verifikasi
Hasil
:
Dalam penelitian ini
terdapat
empat tema, yaitu
:
sikap perempuan dalam
upaya
pencegahan kanker serviks, sikap perempuan terhadap pelaksanaan
skrining kanker serviks, sikap perempuan terhadap dukungan sosial dalam
pemeriksaan
skrining kanker serviks dan
faktor pe
ndukung dan faktor
penghambat pelayanan skrining kanker serviks.
Kesimp
ulan
:
S
ikap partisipan terhadap pencegahan kanker serviks sudah baik,
partisipan
menganggap bahwa skrining kanker serviks terasa sakit dan
menakutkan
, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat
mempengaruhi partisipan dalam me
lakukan skri
ning kanker serviks,
Faktor
pendukung dalam pelaksanaan IVA yaitu
adanya kebijakan pemerintah, tenaga
kesehatan terlatih dan fasilitas kesehatan mudah terjangkau Faktor penghambat
yaitu keterbatasannya
sumber daya manusia (
SDM
)
di puskesmas, kurangnya
sos
ialisasi yang intensif kepada masyarakat dan kurangnya kesadaran masyarakat.