Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Suprastyo, Agung
Widaryati, Widaryati
Subject
BF Psychology
Datestamp
2018-01-02 04:29:59
Abstract :
Latar Belakang : Tindakan operasi merupakan tindakan yang tidak mudah diterima
hampir semua pasien, hal ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan
respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Untuk dapat
menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi salah satunya diberikan komunikasi
yang efektif terutama komunikasi terapeutik. Hal ini perlu mendapat perhatian serius
dari perawat karena perawat merupakan petugas kesehatan yang terdekat dan terlama
dengan pasien.
Tujuan Penelitian : Diketahuinya pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat
kecemasan pada pasien pre operasi.
Metode : Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen, rancangan penelitian non
equivalent control group. Jumlah sampel 30 orang. Sampling yang digunakan adalah
non probability sampling yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan dari pasien
dengan menggunakan kuesioner tingkat kecemasan dari Hamilton Rating Scale for
Anxiety (HRS-A). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (tidakberpasangan) dan
uji Mann Whitney U-Test (berpasangan)
Hasil penelitian : Hasil pre test pada kelompok eksperimen menunjukkan cemas
ringan 26,7%, cemas sedang 46,6%, cemas berat 26,7%, hasil post test pada
kelompok eksperimen menunjukkan tidak cemas 40%, cemas ringan 53,3%, cemas
sedang 6,7%. Hasil pre test pada kelompok kontrol menunjukkan cemas ringan
26,7%, cemas sedang 46,6%, cemas berat 26,7%, hasil post test pada kelompok
kontrol menunjukkan cemas ringan 26,7%, cemas sedang 53,3%, cemas berat 20%.
Nilai signifikasi 0,000 (p<0,05) maka Ha diterima, berarti ada pengaruh komunikasi
terapeutik terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.
Simpulan dan saran : Ada pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat
kecemasan pada pasien pre operasi. Disarankan perawat menerapkan komunikasi
terapeutik pada pasien pre operasi.
Kata kunci : Komunikasi terapeutik, cemas, pre operasi