Abstract :
Latar Belakang
:
Inisiasi
Menyusu Dini adalah bayi mulai menyusu sendiri
segera setelah lahir setidaknya selama satu jam
.
.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta
(
DIY) cakupan IMD pada tahun 2015
sebesar
6
8%
,
cakupan ASI e
ksklusif
mencapai 41,1
%.
Target pencapaian ASI Nasional 80%.
Dari
hasil penelitian
sebelumnya menunjukan bahwa pen
getahuan
ibu yang rendah memiliki sikap
yang
unfavorable
terhadap pelaksanaan IMD.
Tujuan
:
Untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dan
sikap ibu dengan
pelaksanaan IMD pada
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman
Yogyakarta.
Metode :
Jenis penelitian yaitu
observasional analitik
dengan desain penelitian
cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Rumah
sakit PKU Muhammadiyah Gamping Slem
an
Yogyakarta pada bulan November
hingga Desember
2016.
Metode sampel yan
g digunakan yaitu
dengan tehnik
pengambilan sampel
consecutiv
e sampling
.
J
umlah sampel 55 responden
.
Pengumpulan data menggunakan
lembar observasi dan kuesi
oner. Analisi
s
data
menggunakan
univariat
,
bivaria
t dengan uji
chi square
, dan
multivariat
dengan
regresi
logistik
.
Hasil :
P
enelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu memiliki hubungan
yang bermakna dengan pelaksanaan IMD nilai
p value =
0,016, PR = 2,316
. Sikap
ibu dengan pelaksanaan IMD
p value
= 0,252
tidak
terdapat hubungan yang
bermakna antara sikap ibu dengan pelaksanaan IMD.
Penge
tahuan ibu
berpengaruh sebesar 6
,
4
kali lebih besar terhadap pelaksanaan
IMD dan
berkontribusi sebesar 59
% terhadap pelak
sanaan IMD dengan mengikutsertakan
variabel luar
yaitu pendidikan ibu, sumber informasi, jenis persalinan dan
dukungan tenaga kesehatan.
Kes
impulan :
Pengetahuan ibu dengan pelaksanaan IMD memiliki hubungan
yang signifikan, namun sikap ibu tidak terdapat h
ubungan dengan pelaksanaan
IMD
. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pel
aksanaan IMD yaitu
pendidikan
dan dukungan tenaga kesehatan
khususnya bidan.