Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fariani, Farida
Hidayati, Ririn Wahyu
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2017-11-20 07:19:24
Abstract :
Latar Belakang: Menurut WHO gizi kurang di Afrika mencapai 37% dan Asia
57%. Sedangkan di Indonesia prevalensi gizi buruk sebesar 13,9%, di Yogyakarta
0,92%, di Bantul 0,38%. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Bambanglipuro
Bantul bulan Februari tahun 2016 didapatkan data balita usia 6-24 bulan memiliki
status gizi buruk 6%, gizi kurang 19,6%, gizi baik 72,4%, gizi lebih 2% . Hal ini
dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu mengenai kebutuhan balita dan makanan
bergizi.
Tujuan: Untuk diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan
status gizi balita di Puskesmas Bambanglipuro Bantul Yogyakarta tahun 2016.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 506 responden
dengan jumlah sampel 224 balita. Diambil secara purposive sampling dan dianalisis
dengan menggunakan Kendall Tau.
Hasil: Uji korelasi diperoleh nilai (p value 0,001 dan nilai R 0,215).
Simpulan dan Saran: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi
balita di Puskesmas Bambanglipuro bantul. Saran yang diberikan ibu dapat mencari
informasi mengenai gizi balita dengan datang ke Puskesmas untuk konseling dengan
nutrisionis, mencari informasi gizi melalui media sosial maupun cetak. Hasil
penelitian ini juga diharapkan dapat menambah informasi dan sebagai bahan bacaan
bagi penelitian selanjutnya.