Abstract :
Latar belakang
:
Stunting
merupakan keadaan tubuh yang pendek atau sangat
pendek
hingga melampaui defis
it 2 SD.
Stunting
bermula pada proses tumbuh
kembang janin
dari kandungan sampai balita, dimana proses tumbuh kembang
terganggu oleh
berbagai penyebab
secara langsung maupun tidak langsung seperti riwayat kunjungan
antenatal care
(ANC).
Provinsi
NTB
adalah
provinsi dengan prevalensi
stunting
tertingg
i ketiga di Indonesia (45,53%)
dan
Kab
upaten
Lombok Utara memiliki
prevalensi kejadian
stunting
tertinggi di NTB
(44,22%).
Kabupaten Lombok Utara,
ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar mi
nimal 4 kali di
tahun 2015 tercatat sebanyak 75,97%. Cakupan K4 Kabupaten Lombok Utara di
bawah target nasional (95%).
Tujuan
: d
iketahuinya hubungan kunjungan
ANC
dengan kejadian
stunting
pada
balita usia 12
-
59 bulan di Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB.
Metode
:
d
esain penelitian yang digunakan adalah
case control
,
di
laksanakan di
tiga
Puskesmas
yang ada
di Kabupaten Lombok Utara. Sampel penelitian anak balita usia
12
-
59 bulan. Jumlah sampel 128 anak balita
(perbanding
an kasus dan kontrol 1:1)
berdasarkan
kriteri
a
inklusi dan eksklusi
. Teknik pengambilan sampel
secara
proporsional.
Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji
Chi Square
,
dan multivariat dengan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p< 0,05 dan OR
95%.
Hasil:
analisis
multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara
kunjungan
ANC
dengan kejadian
stunting
pada balita usia 12
-
59 bulan dengan
mengontrol variabel usia ibu saat hamil, pendapatan keluarga, berat badan lahir dan
panjang badan lahir (OR:
2,13 (95
% CI: 1,012
-
4,494).
Kesimpulan:
k
unjungan ANC
tidak terstandar
memiliki peluang lebih besar
meningkatkan
kejadian
stunting