Abstract :
Latar belakang
:
Stunting
mengindikasikan masalah gizi kronis sebagai akibat
da
ri keadaan yang berlangsung lam
a. Kejadian
stunting
berhubungan dengan
berbag
ai macam faktor antara lain kehamilan tidak diinginkan.
Prevalensi
stunting
di Wilayah Kerja Puskesmas Gangga tertinggi di Kabupaten Lombok Utara yaitu
53,72 % dan responden yang
berkonsultasi tentang kehamilan tidak diinginkan
sebanyak
131 orang
pada tahu
n
2015
. Kehamilan tidak diinginkan
mendorong
perilaku ibu selama kehamilan yang berdampak pada bayi lahir hidup, perilaku
ibu
post
partum
serta kesehatan bayi dan anak
, sehingga mempengaruhi
pertumbuhan anak dan berakibat
stunting
.
Tujuan
: Penelitian ini b
ertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan tidak
diinginkan dengan kejadian
stunting
pada balita usia 12
-
59 bulan.
Metode
:
Penelitian ini menggunakan j
enis penelitian observasional dengan
rancangan
case control
.
Sampel penelitian masing
-
masing kasus dan
kontrol
sebanyak 69 sampel. Total sample 138 pada anak balita usia 12
-
59 bulan. Teknik
pengambilan sampel dengan
consecutive sampling
. Analisis uji statistik yang
digunakan adalah Analisis u
ji statistik y
ang digunakan adalah
bi
variate
dengan
Chi Square
dan
multivariate
menggunakan uji
regresi logistik
dengan tingkat
kemaknaan
5%
dan
confidence interval
95%.
Hasil penelitian:
Analisis
multivariate
menunjukkan bahwa ada hubungan yang
bermakna antara kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian
stunting
pada anak
balita usia 12
-
59 bulan dengan mengontrol variabel
pendapatan
keluarga,
berat
badan lahir
, usia ibu saat hamil, dan usia kehamilan
dengan nilai (OR=
2.
19
;
CI
95%:
1,03
-
4,69)
.
Kesimpulan
Kehamilan tidak diinginkan dan
usia ibu saat hamil
beresikoberpeluang
lebih
besar meningkatkan kejadian
stunting