Abstract :
Latar Belakang:
Masalah gizi balita masih
menjadi masalah serius di berbagai
negara.
Positive Deviance
merupakan pendekatan berbasis
keluarga
yang
mempunyai perilaku
positif
yang memungkinkan mereka dapat menemukan cara
yang lebih baik untuk mencegah kekurangan gizi.
Tujuan penelitian:
Untuk mengu
ngkap pengalaman keluarga
Positive Deviance
dalam upaya peningkatan status gizi balita.
Metode penelitian:
Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif
dengan informan utama keluarga
Positive Deviance
dan informan pendukung
keluarga non
Po
sitive Deviance
, petugas gizi Puskesmas, dan bidan desa
,
yang
diambil melalui
purposive sampling
. Data dikumpulkan melalui wawancara,
FGD, observasi, serta studi dokumentasi.
Hasil:
Lima informan inti telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Wawancara
di
rekam kemudian dibuat transkrip wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan
pengalaman positif keluarga balita meliputi perilaku makan, perilaku kebersihan,
perilaku perawatan anak, dan perilaku pemeliharaan kesehatan, sedangkan faktor
yang mempengaruhi kelu
arga dalam peningkatan gizi adalah peran ibu sebagai
pengasuh utama, pengetahuan, pendidikan, dan penghasilan keluarga, faktor
lingkungan masyarakat, budaya pemberian ASI eksklusif, dan motivasi agar anak
sehat dan pintar.
Kesimpulan:
Hasil penelitian memb
erikan implikasi bahwa pendidikan dan
penghasilan rendah tidak menghambat upaya perbaikan gizi balita, jika didukung
oleh kebiasaan
-
kebiasaan positif keluarga. Perlu peningkatan pemberdayaan
keluarga dan berbagi pengalaman antar keluarga
Positive Deviance
dalam upaya
peningkatan status gizi balita.