Abstract :
Latar Belakang
:
S
emakin
berkembangnya
IPTEK
, berdampak
pada
meningkatnya
kebutuhan
masyarakat
akan
mutu
pelayanan
kebidanan
sebagai
indicator
keberhasilan
menurunnya AKI/AKB. Tenaga
bidan yang bermutu,
memiliki
kemampuan
komprehensif
dan
profesional hanya
dapat
dihasilk
an
melalui
institusi
pendidikan
bidan yang berkualitas.
Salah satu upaya untuk
meningkatkan kualifikasi bidan dengan menerapkan model asuhan kebidanan
Continuity Of Care
dalam pendidikan klinik.
Tujuan:
Mengetahui pengaruh Program OSOC
(One Student One Cli
ent)
terhadap pengetahuan dan keterampilan mahasiswa bidan dalam memberikan
asuhan kebidanan.
Metode:
Desain penelitian
quasi experiment
dengan menggunakan rancangan
Posttest Only Control Group Design
. Populasi dalam penelitian ini adalah
mahasiswa D III K
ebidanan semester V baik kelompok perlakuan Akbid Pemkab
Kendal (50 mahasiswa) maupun kelompok kontrol Stikes Karya Husada
Semarang (65 mahasiswa). Tehnik pengambilan sampel menggunakan
total
sampling
. Analisis data menggunakan
Uji Independent T Test
Hasil
:
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil a
da
perbedaan pengetahuan
mahasiswa bidan secara signifikan p 0,000 yaitu kelompok perlakuan lebih tinggi
(
23,96
) dibandingkan kelompok kontrol (
22,97
) setelah praktik klinik dan ada
perbedaan keterampilan ma
hasiswa bidan secara signifikan p 0,048 yaitu
kelompok perlakuan lebih tinggi (
86,84
) dibandingkan kelompok kontrol (
84,71
)
setelah praktik klinik.
Simpulan:
Program OSOC berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan
mahasiswa bidan dalam memberikan as
uhan kebidanan. Saran agar Program
OSOC dengan konsep metode pembelajaran
Continuity Of Care
dapat dijadikan
sebagai model pembelajaran klinik di Institusi Pendidikan Kebidanan dalam
upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa bidan dalam
mem
berikan asuhan kebidanan & kurikulum pembelajaran klinik yang sejalan
dengan filosofi asuhan kebidanan yang mendukung
profesional behaviour