Abstract :
Berdasarkan data Riskesdas
(Riset kesehatan dasar)
tahun 2013, i
nsiden
kanker payudara sebesar 40 per 100.000 wanita
dan
akan meningkat bila terdapat
satu atau lebih faktor risiko kanker payudara.
Periksa payudara sendiri (SADARI)
merupakan
skrining penting untuk mendeteksi kanker payudara
.
Self ef
ficacy
,
merupakan sal
ah satu komponen dari
Health Belief Model
menjadi
faktor penting
untuk mem
p
engaruhi perilaku kesehatan
seperti melakukan SADARI.
Tujuan
penelitian ini
untuk m
engetahui
hubungan persepsi
self efficacy
dengan perilaku SADARI pada wanita usia 20
-
65 tahun di
Kecamatan Tegalrejo.
Metode penelitian menggunakan
penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan
waktu secara
cross sectional
.
Sampel dalam penelitian ini adalah
wanita berusia 20
-
65 tahun yang tinggal di Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta sejumlah 100 resp
onden.
Teknik
pengambilan sampel menggunakan
multistage random sampling
. Analisa
data
bivariate
menggunakan
uji
Chi
?
Square
dan analisis
multivariate
m
enggunakan
regresi logistic
dengan tingkat kemaknaan ? < 0,05 dan CI 95%.
Hasil analisis
bivariat
dengan
chi
-square
antara
self efficacy
dengan
perilaku SADARI didapatkan nilai
p-value
(0,049). Hasil analisis
multivariat
dengan
regresi logistic
didapatkan nilai OR sebesar 3,168. Wanita yang memiliki
self efficacy
yang tinggi lebih beresiko 3,168 kali u
ntuk melakukan SADARI. Nilai
R
2
paling besar didapatkan pada Model III yaitu 21,3%.
Perilaku SADARI
dipengaruhi oleh variabel
self efficacy
setelah dikontrol variabel luar sumber
informasi sebanyak 21,3 % sedangkan 78,7 % lainnya dipengaruhi faktor lain.
Kesimpulannya wanita dengan
self efficacy
yang tinggi akan lebih beresiko untuk
melakukan SADARI dibandingkan tingkat
self efficacy
yang rendah,
tetapi
keterpaparan informasi memiliki hubungan yang paling erat dengan perilaku
SADARI