Abstract :
Latar belakang:
Hipotermi berkontribusi 6,3% terhadap kematian neonatal.
Intervensi untuk menjaga bayi baru lahi
r tetap hangat dapat menurunkan kematian
neonatal sebesar 18
-
42%. Kulit ibu berfungsi sebagai termoregulator bagi bayi.
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi sederhana yang mampu
mengurangi risiko kematian neonatal.
Tujuan
untuk m
engetahui pen
garuh
Inisiasi Menyusu Dini terhadap hipotermi
pada bayi baru lahir.
Methode
:
P
enelitian
kohort prospektif
ini dilaksanakan
di Rumah Sakit ?Aisyiyah
Muntilan.
Enam puluh dua
bayi baru lahir sehat
dari ibu sehat yang lahir pada
bulan November 2016
diikuts
ertakan dalam penelitian ini. Subyek
dikelompokan
dalam kelompok
IMD tidak tepat
(n=32) dan kelompok
IMD tepat
(n=32).
Pengukuran suhu axila dilakukan pada menit ke
-
1, menit ke
-
30, menit ke
-
60, jam
ke
-
6, jam ke
-
12, jam ke
-
24.
Hasil:
Kejadian hipotermi le
bih banyak terjadi pada IMD tidak tepat diband
ing
IMD tepat (77,45% vs 12,9%). P
ersalinan
sectio caesaria
di
band
ing pervaginam
(66,7% vs 34,1%). P
e
nanganan petugas tidak tepat di
banding penanganan petugas
tepat (75% vs 13,3%).
IMD
berpengaruh
terhadap
k
ejadian
hipotermi
RR 7,052
(
p
= 0,000
CI 95% 3,088
?
19,447
)
.Terdapat
b
eda rerata suhu axila bayi pada
kelompok IMD tidak tepat
p
= 0,000 dan tidak terdapat beda rerata suhu axila
pada kelompok IMD tepat
p
=
0,089. Perubahan suhu secara signifikan pada
kelompok IMD tidak tepat terjadi pada menit ke
-
1 dan ke
-
30
p
=
0,004.
Kesimpulan
:
Bayi yang dilakukan IMD tepat memiliki resiko lebih rendah terjadi
hipotermi