DETAIL DOCUMENT
PERBEDAAN PENGARUH KOMBINASI NMES DAN PASSIVE STRETCHING DENGAN NMES DAN AUTO STRETCHING TERHADAP FLEKSIBILITAS HAMSTRING PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Purwadi, Purwadi
Imania, Dika Rizki
Subject
RC Internal medicine 
Datestamp
2017-11-20 04:08:10 
Abstract :
Latar belakang: Osteoartritis lutut merupakan penyakit sendi degeneratif yang progresif, umumnya menyerang pada usia di atas 40 tahun. Selain keluhan rasa sakit pada lutut, osteoartritis dapat menyebabkan penurunan fleksibilitas hamstring. Intervensi kombinasi NMES, passive stretching dan auto stretching bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh kombinasi NMES dan passive stretching dengan NMES dan auto stretching terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pada pasien osteoartritis lutut.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain pre-test and post-test, kelompok I berjumlah 5 orang diberikan NMES dan passive stretching, sedangkan kelompok II diberikan NMES dan autostretching dengan frekuensi 2 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur AKE (Active Knee Extension) dan goneometer sebagai intrumennnya. Uji normalitas dengan saphiro wilk test dan uji homogenitas data dengan Laven?s test. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji paired sample T-test untuk mengetahui peningkatan nilai AKE pada kelompok I dan kelompok II. Hasil: Hasil penelitian uji paired sample T-test pada kelompok I dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dan kelompok II p=0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa kedua intervensi berpengaruh meningkatkan fleksibilitas hamstring pada masing-masing kelompok. Sedangkan hasil independent smple T-test adalah p=0,010 Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh pemberian NMES dan passive stretching dengan NMES dan auto stretching terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pasien osteoartritis lutut. Saran: Untuk penelitian selanjutnya, frekuensi intervensi bisa ditingkatkan menjadi 3 kali seminggu. 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta