Abstract :
Latar Belakang
: B
erat lahir rendah
menyebabkan
27% kematian ba
yi baru lahir.
Insidensi BBLR di Indonesia pada tahun
2013
yaitu sebe
sar
1
0,
2%
dan angka
kejadian BBLR di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2011 tercatat 118
kasus dan kejadian BBLR di
Kulonprogo berada di peringkat kedua sebesar
11,1%
(Dinkes DIY, 2013
).
Faktor resiko kejadian BBLR yaitu status umur ibu,
gizi status ek
onomi, pendidikan, komplikasi kehamilan, pekerjaan berat, umur
kehamilan, riwayat BBLR
sebelumnya, alk
ohol, merokok, obat
-
obatan yang
terlarang, riwayat penyakit, kehamilan ganda, tinggi badan dan tinggal di daerah
ketinggian. (WHO, 2004)
.
Tujuan
untuk
me
ngetahui
hubungan umur ibu
dengan kejadian berat bayi lahir
rendah di RSUD Wates
.
Metode penelitian
menggunakan survey analitik dengan rancangan kohort
retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi baru lahir (BBL) yang lahir
di Rumah Sakit Umum
Daerah Wates berjumlah 158 responden. Teknik
pengambilan sampel menggunakan
random
sampling
.
Hasil
prevalensi kehamilan remaja
berhubungan dengan kejadian berat bayi
lahir
rendah dan berisiko 1,8
kali mengakibatkan BBLR di RSUD Wates
. Ketuban
pecah dini,
tingkat pendidikan dan anemia berhubungan dengan BBLR.
Simpulan
kehamilan remaja mempunyai hubungan dengan kejadian berat bayi
lahir rendah
Saran
melakukan pemantuan secara berkala untuk ibu hamil secara komprehensif
untuk mengurai faktor risiko yang di
timbulkan oleh kehamilan remaja