Abstract :
Latar
belakang :
Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2013 mencapai
359/100.000 kelahiran hidup dan 27,1% penyebabnya adalah
penyakit penyer
ta
dalam masa kehamilan. Tahun 2014 AKI di Yogyakarta mencapai 40 kasus dan
terbesar adalah Bantul 14 kasus kemudian 11 kasus pada tahun 2015. Di
Puskesmas imogiri tercatat 3 kematian ibu tahun 2015.
Tujuan
penelitian :
Menganalisa pelaksanaan ANC terpadu
dalam mendeteksi
secara dini penyakit penyerta kehamilan yang meliputi input (kompetensi teknis,
sarana dan prasarana), proses (pelaksanaan 10T) serta output (deteksi dini
penyakit penyerta kehamilan) dari program tersebut.
Desain
Penelitian :
Menggunaka
n desain kualitatif
fenomenologi
dengan jenis
Rapid Asessment Procedure (RAP)
melibatkan 8 informan
(
Bidan Koordinator,
Dokter Umum, Farmasi, Dokter Gigi, Laboran, Ahli Gizi, Kepala Puskesmas
)
.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, o
bservasi dan
studi dokumentasi.
Hasil
:
Komponen input yang belum dilaksanakan adalah pelatihan ANC Terpadu
untuk petugas kesehatan yeng terlibat, untuk proses yang menjadi kendala adalah
kurang tertibnya pelaksanaan 10T, keterbatasan jumlah alat, waktu
pemeriksaan
yang lama, kurangnya kerjasama antara BPM dan puskesmas, outputnya adalah
puskemas mendeteksi 12 % penyakit penyerta dari 501 ibu hamil yang melakukan
ANC Terpadu di puskesmas,
Kesimpulan
:
Berdasarkan hasil kinerja deteksi dini risiko tinggi kehamilan
melalui pelaksanaan ANC terpadu ini memberikan kontribusi besar dalam upaya
menurunkan AKI secara signifikan di Puskesmas Imogiri I Bantul Yogyakarta.
Dari 526
sasaran dengan target 100%
, seba
nyak 501 (95%) yang melakukan
ANC Terpadu dengan pencapaian K1 sebanyak 526 (100
%) dan K4 sebanyak 487
(92,6 %) dengan
61 (12%) terdeteksi kategori ibu hamil resiko tinggi 6 orang
(1%) diantaranya merupakan penyakit penyerta kehamila