Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nurjani, Tria Fitri
Faidlullah, Hilmi Zadah
Subject
RC Internal medicine
Datestamp
2017-11-20 03:49:47
Abstract :
Latar Belakang: Color guard seringkali mengalami keterbatasan range of motion internal rotasi sendi bahu dan dapat mengakibatkan patologi pada bahu. Protokol stretching pada posterior shoulder memberikan hasil yang berbeda-beda dan belum ada penelitian sebelumnya dengan subjek color guard. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh non assisted posterior shoulder stretching dan muscle energy technique terhadap peningkatan range of motion internal rotasi sendi bahu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini experimental pre test and post test two group design, 18 color guard menjadi sampel dengan purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, 9 orang di kelompok I diberikan non assisted posterior shoulder stretching dan 9 orang di kelompok II diberikan muscle energy technique, frekuensi 5 kali per minggu selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur goniometer. Uji normalitas dengan Saphiro wilk test. Uji homogenitas dengan Lavene?s test. Hasil penelitian peningkatan range of motion dianalisis menggunakan paired sample t-test pada kedua kelompok serta uji independent sample t-test untuk menguji beda pengaruh kedua kelompok. Hasil: Hasil uji paired sample t-test pada kelompok I p=0,001 (p< 0,05) dan kelompok II p=0,001 (p< 0,05) menunjukkan bahwa kedua intervensi berpengaruh terhadap peningkatan range of motion internal rotasi sendi bahu pada tiap kelompok. Hasil independent sample t-test p=0,084 (p> 0,05) menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan pada kelompok I dan II tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian non assisted posterior shoulder stretching dan muscle energy technique terhadap peningkatan range of motion internal rotasi sendi bahu. Saran: Penelitian selanjutnya agar mengontrol grup non assisted posterior shoulder stretching.