Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Wildan, Wildan
Wibowo, Mufa
Subject
RC Internal medicine
Datestamp
2017-11-20 03:38:57
Abstract :
Latar belakang: Olahraga futsal merupakan olahraga yang membutuhkan berbagai
macam komponen fisik mulai dari power, agility, speed, acceleration dan balance.
Ketika seorang pemain memiliki semua komponen tersebut dengan baik dapat
dipastikan resiko cedera akan berkurang. Cedera hamstring merupakan keluhan yang
selalu didapatkan oleh seorang atlet. Ladder drill dan Jump to box merupakan cabang
dari latihan Plyometric unutk meningkatkan kelincahan seorang atlet. Jadi
diharapkan dengan latihan ladder drill dan jump box dapat meningkatkan kelincahan
pada pemain futsal post cedera hamstring. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui
perbedaan pengaruh ladder drill dan jump to box terhadap kelincahan pada pemain
futsal post cedera hamstring. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat true
ekperimental dengan rancangan pre and post test group two design. Kelompok 1
ladder drill berjumlah 7 responden dan kelompok 2 jump to box 7 responden.
Kemudian diukur kelincahannya menggunakan Agility t-test yang diambil sebelum
dan sesudah perlakuan. Penelitian ini berlangsung selama 4 minggu dan setiap
minggunya 3 kali pertemuan. Hasil penelitian: Hasil analis data dengan wilcoxon
sign rank test menunjukan pada subjek kelompok 1 dengan nilai Agility t-test dimana
p=0,083 (p>0,05). Sedangkan kelompok 2 analis data dengan wilcoxon sign rank test
t-test p=0,078 (p>0,05). Hasil analisis dengan Mann whyitney u test p=1,000
(p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh antara ladder drill dan jump
to box terhadap kelincahan pada pemain futsal post cedera hamstring. Saran: Untuk
penelitian selanjutnya, perhatikan kondisi lapangan dan kondisi kebugaran serta
psikis responden saat latihan.