Abstract :
Latar Belakang:
Pertumbuhan dan perkembangan anak usia 2
-
5 tahun
mengalami fase pelambatan
. Kegemukan dan o
besita
s
pada anak
memiliki
dampak merugikan yang lebih besar pada
kesehatan fisik
,
motorik dan
perilaku
sosial
-
emosional
. K
eterlibatan orang tua
mengasuh dan
menstimulasi anak
merupakan faktor prediktor pencapaian anak di masa depan
.
Tujuan:
Penelitian ini
bertujuan untuk m
engetahui hubungan stimulasi dan pola
asuh orang tua dengan perkembangan anak gemuk usia 2
-
5 tahun.
Metode:
Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain
cross sectional.
Sampel penelitian adalah seluruh anak gemu
k usia 2
-
5 tahun
sebanyak 160 anak
di wilayah kerja puskesmas Kalasan. Penelitian dilaksanakan
pada bulan November 2016
?
Januari 2017
. Teknik pengambilan sampel
menggunakan
total sampling
. Instrumen penelitian menggunakan Denver II,
Parenting Style Questi
o
nnaire
(PSQ),
Infant Toddler
dan
Early Chilhood
HOME
Inventory
. Analisis bivariat menggunakan uji
Spearman rank
dan
koefisien
contingensi
dan analisis multivariat menggunakan uji
regresi logistik
.
Hasil Penelitian:
Stimulasi
yang
kurang
secara signifikan dapat men
ingkat
kan
risiko perkembangan
dengan kategori
suspek sebesar
7 kali
dibandingkan
stimulasi yang baik
(
OR
=
7.06
[
2.84
-
17.55
];
p=
0.000
)
.
Pola asuh permisif dapat
meningkatkan
risiko perkembangan dengan kategori suspek sebesar 4
kali
dibandingkan pola asuh demokratif dan otoriter (
OR
=
4.12
[
1.07
-
1
5
.
90
);
p
=0.009
)
.
Stimulasi dan pola asuh
mempengaruhi terjadinya perkembangan dengan kategori
suspek sebesar 29.6% (
R
2
=
0.296
) dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain
diluar
model.
Kesimpulan:
Ada hubungan yang signifikan antara s
timul
asi dan pola asuh
secara bersama
-
sama dengan p
erkembangan anak gemuk usia 2
-
5 tahun