Abstract :
Latar Belakang: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan BNN bekerjasama
dengan Puslitkes-UI Tahun 2015, angka prevalensi penyalahgunaan NAPZA berada
dikisaran 2,20% atau sekitar 4.098.029 orang dari total populasi penduduk Indonesia
(berusia 10 - 59 tahun). Dibandingkan dengan hasil penelitian tahun 2008
(3.362.527), 2011 (4.274.333), dan 2014 mengalami peningkatan 0,02% dari 2,18%
(2014) ke 2,20% (2015). (BNN.2015).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan sosialisasi
P4GN terhadap tingkat pengetahuan tentang NAPZA pada siswa kelas VII di SMP
Muhammadiyah 8 Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode preeksperimental desain
static group comparasion/post test only control group design.Populasi dalam
penelitian ini siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 8 dan 2 Yogyakarta.Sampel
sebanyak 28 kelompok intervensi dan 28 kelompok kontrol.Alat pengumpulan data
adalah kuesioner. Analisis datanya menggunakan WilcoxonMann-Whitney U Test
Hasil: Tingkat Pengetahuan tentang NAPZA pada kelompok kontrol kategori
cukup sejumlah 13 responden sedangkan pada kelompok intervensi kategori baik
sejumlah 22 siswa (78.12 %).
Simpulan dan Saran:Ada pengaruh positif pelaksanaan sosialisasi P4GN terhadap
tingkat pengetahuan tentang NAPZA pada siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah 8
Yogyakarta. Diharapkan SMP 8 Muhammadiyah tetap melakukan kerjasama dengan
pihak BNNK dan tenaga kesehatan setiap semester, sehingga pengetahuan seputar
tentang NAPZA dapat lebih baik lagi sehingga penyalahgunaan NAPZA dapat
diminimalisir sedini mungkin.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat
mengembangkan desain penelitian maupun pertanyaan dan pernyataan didalam
kuesioner penelitian sehingga dapat diketahui kedalaman pengetahuan siswa tentang
NAPZA serta mengkaji dan menambah variabel penelitian seperti tingkat pendidikan
dan status sosial ekonomi serta untuk objek penelitian diharapkan pada responden
yang difabel.