Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fikrina, Lutfia Tazki
Rokhanawati, Dewi
Subject
RJ101 Child Health. Child health services
Datestamp
2017-11-20 03:20:00
Abstract :
Latar Belakang: Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang.
Dampak jangka pendek dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas, penurunan
kognitif, motorik, dan bahasa pada balita. Dampak jangka panjang dapat menyebabkan
perawakan pendek, peningkatan risiko obesitas, dan penurunan kesehatan reproduksi.
Prevalensi stunting tertinggi berada di Kabupaten Gunung Kidul yaitu 20,5%.
Kecamatan Wonosari memiliki prevalensi tertinggi yaitu 42,44% atau terdapat 104
balita stunting. Di Desa Karangrejek terdapat 173 balita dan sebanyak 37 balita atau
21% mengalami stunting.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada
balita usia 24-59 bulan di Desa Karangrejek Wonosari Gunung Kidul.
Metode Penelitian: Penelitian korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional.
Variabel penelitian yang digunakan yaitu kejadian stunting, pendapatan keluarga,
pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Populasinya adalah semua balita yang terdapat di
Desa Karangrejek yaitu 173. Jumlah sampel 121 balita dengan teknik pengambilan
sampel proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
dan pengukuran tinggi badan dengan microtoise. Analisis bivariat menggunakan chi ?
square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan proporsi sampel yang mengalami stunting
sebesar 38,8% dan status gizi TB/U normal sebesar 61,2%. Balita stunting dengan
pendapatan keluarga rendah sebesar 19% dan pendapatan tinggi 19,8% (p = 0,000),
ibu berpendidikan rendah sebesar 24,8% dan pendidikan tinggi 14% (p = 0.019), serta
ibu yang tidak bekerja sebesar 32,2% dan ibu yang bekerja 6,6% (p = 0,154).
Simpulan dan Saran: Ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dan
pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan orang tua balita
memperhatikan pertumbuhan anak dengan menerapkan pola asuh yang benar.