Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Setiawati, Sari
Nawangsih, Umu Hani Edi
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-11-18 02:41:07
Abstract :
Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan salah satu masalah pada remaja. Remaja
di Indonesia sudah mencapai 74 juta jiwa, namun dari jumlah tersebut 59%
diantaranya yang berusia 15-19 tahun sudah menikah. Indonesia termasuk negara
dengan persentase pernikahan dini tertinggi di dunia (ranking 37). Urutan persentase
pernikahan pertama wanita di bawah usia 16 tahun di DIY terdapat di semua
kabupaten/kota, salah satunya dikabupaten Bantul sebesar 2,68%.
Tujuan: Tujuan Penelitian untuk mengetahui Persepsi Remaja Terhadap Pernikahan
Dini di SMAN 1 Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta
Metode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan metode diskriptif. Populasi penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMAN 1 Banguntapan Bantul, informan
penelitian ini sejumlah 18 informan dimana 15 informan utama yang terbagi dalam 3
kelas sehingga sampel peneitian ini adalah 5 responden pada tiap kelas, 3 informan
triangulasi adalah kelompok guru dari informan utama.
Hasil: Persepsi remaja tentang pernikahan dini adalah pernikahan pada usia yang
masih muda saat usia sekolah. Faktor penyebab pernikahan dini adalah pergaualan,
pacaran, paparan media informasi, ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang nilainilai
agama.
Kelebihan
pernikahan
dini
yaitu
13
informan
memiliki
persepsi
tidak
ada
kelebihan,
sedangkan 4 informan menyebutkan kelebihan pernikahan dini terhindar
dari zina, pergaulan bebas dan belajar bertanggung jawab. Dampak pernikahan dini
adalah putus sekolah dan keluarga yang tidak harmonis karena masih sama-sama egois
dan masih muda, ekonomi yang tidak mapan dan meningkatkan perceraian.
Pencegahan pernikahan dini adalah dengan meningkatkan peran orang tua dan guru,
memperkuat agama dan dengan mengadakan pendidikan tentang seks bagi remaja.
Simpulan dan Saran: Persepsi tentang pernikahan dini pada remaja di SMAN 1
Banguntapan Bantul secara umum telah mengerti tentang pernikahan dini meliputi
pernikahan dini, faktor, kelebihan, dampak dan pencegahan. Hasil penelitian ini
menjadikan masukan bagi sekolah diharapkan dapat meningkatkan kegiatan
ekstrakulikuler agar siswa dapat diarahkan pada kegiatan yang positif.