Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ma‘rifah, Siti
Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2017-11-18 02:40:03
Abstract :
Latar Belakang: Angka Kesakitan karena diare tetap tinggi yaitu 900 per 1.000
penduduk. Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan angka diare tertinggi di
DIY. Insiden diare di Puskesmas Banguntapan 1 pada bulan April - Juni 2016
berjumlah 41 balita, 14 anak tidak dehidrasi, 24 anak dehidrasi ringan/sedang, dan
tiga balita dalam keadaan dehidrasi berat.
Tujuan: Diketahui hubungan praktik rehidrasi oral oleh ibu dengan kejadian
dehidrasi pada balita diare.
Metode Penelitian: Survei kasus kontrol dengan pendekatan waktu retrospective.
Sampel pada penelitian ini sebanyak 34 responden dengan perbandingan 1:1. Teknik
sampling pada kelompok kasus menggunakan teknik total sampling, dan kelompok
kontrol menggunakan teknik total sampling. Uji analisis data menggunakan chi
square.
Hasil: Praktik rehidrasi oral ibu pada kelompok kontrol adalah baik 13 responden
(76,5%), dan kelompok kasus adalah tidak baik 11 responden (64,7%). Kejadian
dehidrasi ringan / sedang sebanyak 16 anak (94,1%) dan dehidrasi berat sebanyak
satu anak (5,9%). Hasil uji chi square nilai sig (p
) <0,05 (0,016), sehingga
dikatakan ada hubungan tindakan rehidrasi oral oleh ibu dengan kejadian dehidrasi
pada balita diare.
value
Simpulan dan Saran: Praktik rehidrasi oral ibu yang tidak baik berhubungan
dengan kejadian dehidrasi pada balita diare. Diharapkan bagi ibu yang memiliki anak
balita yang menderita diare supaya melakukan tindakan rehidrasi oral dengan baik
dan benar.