Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Anggraini, Vivi Erlita
Kustiningsih, Kustiningsih
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-11-21 07:24:05
Abstract :
Latar Belakang : Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan
yang terjadi sejak konsepsi dan terus berlangsung sampai dewasa. Usia balita 3-5
tahun merupakan masa emas dimana otak akan berkembang mencapai 80%,
sehingga memerlukan stimulasi agar dapat berkembang secara optimal. Kurangnya
stimulasi akan dapat mengakibatkan fungsi otak menurun, yang menyebabkan
perkembangan anak menjadi terhambat. Bentuk stimulasi dapat diperoleh dari orang
tua khususnya ibu. Ibu yang waktunya lebih banyak bersama anak disetiap harinya
merupakan kunci keberhasilan stimulasi tumbuh kembang, sehingga harus
mengetahui dan memiliki keterampilan untuk menstimulasi anaknya.
Tujuan : Diketahuinya pengaruh pembelajaran modul stimulasi terhadap
keterampilan ibu dalam menstimulasi tumbuh kembang balita (3-5 tahun) di Desa
Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment design
dengan rancangan pre test dan post test. Teknik sampel yang digunakan adalah total
sampling, dengan sampel 23 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Untuk
menganalisis hubungan dua variable digunakan uji Paired t-Test.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian diketahui bahwa didapatkan hasil uji statistik
nilai p, 0,000 lebih kecil daripada 0,05 (0,000<0,05). Pada keterampilan ibu yang
memiliki balita 3-4 tahun memiliki nilai mean pre-test 31,46 dan nilai mean posttest
50,07. Pada keterampilan ibu yang memiliki balita usia >4-5 tahun memiliki
nilai mean pre-test 37,10 dan nilai mean post-test 53,5
Simpulan : Ada pengaruh pembelajaran modul stimulasi terhadap keterampilan ibu
dalam menstimulasi tumbuh kembang balita (3-5 tahun) di Desa Sinduadi Mlati
Sleman Yogyakarta.
Saran : Bagi ibu dan masyarakat diharapkan modul dapat digunakan untuk
meningkatkan keterampilan dalam menstimulasi sesuai dengan tahap perkembangan
anak.