Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Aripah Adlina, 1711304011
Yuyun Nailufar, S.Si., M.Biomed
Yeni Rahmawati, S.Si., M.Sc
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2022-06-02 04:41:11
Abstract :
Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis yang digunakan untuk industri cat, tekstil
dan kertas. Di Indonesia masih banyak yang menggunaka Rhodamin B sebagai
bahan tambah makanan, minuman dan kosmetik padahal Rhodamin B sangat
berbahaya bagi kesehatan. Rhodamin B mengandung senyawa klorin (Cl) yang
bersifat racun, Rhodamin B ini menimbulkan efek akut jika dikonsumsi sebanyak
500 mg atau dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan berbagai
organ yaitu jantung, ginjal, hati, usus halus, usus besar, lambung, ovarium dan otak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rhodamin B terhadap
histopatologi tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini menggunakan
literature review dengan PICO (Population /Patients /Problem, Intervention,
Comparison, Outcome). Pencarian artikel relevan menggunakan tiga database
(Google Scholar,PubMed, Researchgate) sesuai kata kunci yang ditentukan dan
masuk ke dalam kriteria inklusi. Proses seleksi artikel dengan menggunakan
diagram PRISMA lalu dilakukan penilaian kritis artikel. Hasil keseluruhan
pencarian artikel dengan tiga database didapatkan 188 artikel selanjutnya di
screening full text dan diperoleh 10 jurnal yang sesuai didapatkan bahwa
mengkonsumsi Rhodamin B dapat mengakibatkan antara lain : Jantung mengalami
penggantian sel-sel normal dengan jaringan berserat (fibrosis) serta kerusakan sel
otot jantung, usus halus mengalami erosi setengah dari ketebalan, usus besar
mengalami sel radang, hati mengalami nekrosis sel hepatosit, ginjal terdapat
kerusakan nekrosis, hipertrofi dan serosis, lambung mengalami penurunan
ketinggian mukosa gaster, ovarium mengalami penurunan folikel primer dan otak
mengalami kerusakan jaringan otak kecil dan batang otak. Kesimpulan bahwa
Rhodamin B dapat merusak jaringan organ usus halus, usus besar, ginjal, hati,
jantung, lambung, otak dan ovarium tikus putih.